Beranda / Berita Persyarikatan / Ukhuwah Islamiyah Menjadi Ciri Muhammadiyah

Ukhuwah Islamiyah Menjadi Ciri Muhammadiyah

Magelang – Dakwah Muhammadiyah itu berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan. Karena yang diperintahkan oleh Allah ialah berserah diri dan profesional. Kalau berserah diri dan profesional ini sudah dilaksanakan, maka akan mendapat tiga hal, yakni kesejahteraan, kedamaian, dan kebahagiaan. Itulah salah satu sifat Muhammadiyah. Demikian dikatakan oleh Drs. Jumari, M.Pd., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah dalam Pengajian dan Halalbihalal Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Rabu (15/4/2026).

“Dalam berdakwah, juga harus ada bukti yang nyata. Karena dakwah itu menyampaikan kenyataan dan kebenaran. Dalam Al-Qur’an, menjual kebohongan, menjual pencitraan yang tidak sesuai dengan kenyataan itu sangat dilarang,” ujar Jumari.

Ia mengatakan, di Muhammadiyah, setiap kesejahteraan individu harus berdampak pada kedamaian dan kebahagiaan sosial. Maka sebagai pimpinan di Muhammadiyah harus berdampak pada kebahagiaan bersama. Setiap prestasi pribadi harus berdampak pada kemajuan organisasi.

“Kalau ada pimpinan di Muhammadiyah yang sudah sejahtera, dampaknya harus dirasakan bagi kemajuan organisasi. Jika tidak, berarti ada masalah. Karena kita sedang berupaya MPM, yakni Maju, Profesional, dan Modern. Untuk itu, upaya yang dilakukan harus optimal,” tambahnya.

Sifat Muhammadiyah selanjutnya adalah memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah Islamiyah. Kita harus terbuka dengan siapa saja. Maka, agar bisa memperbanyak kawan, kita teladani empat sifat nabi secara tertib, yakni sidiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Sidiq yang berarti jujur. Kalau tidak jujur, tidak mungkin amanah. Kalau sudah sidiq dan amanah, baru tabligh atau menyampaikan.

“Dengan siapa pun, entah itu beda organisasi, bahkan beda keyakinan sekalipun, kita harus baik. Ada empat karakter tabligh. Yang pertama, pesan-pesannya berkesan, kalau berbicara sampai ke hati. Yang kedua, nasihat-nasihatnya dirindukan. Ketiga, pergaulannya menyenangkan. Keempat, penampilannya good looking atau enak dipandang,” pungkasnya.

30 Ribu Warga Hadiri Wisata Dakwah ‘Aisyiyah se-Karesidenan Kedu di Magelang

Dalam kesempatan yang sama, Daryoto, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kajoran, berharap bahwa pengajian dan halalbihalal Pimpinan Cabang Muhammadiyah ini betul-betul menjadi pemantik semangat dalam bermuhammadiyah. Ia juga menyampaikan pentingnya disiplin waktu.

“Harapan saya, setelah ini lebih semangat lagi dalam berdakwah Muhammadiyah, dimulai dari disiplin waktu seperti yang dulu diajarkan oleh K.H. Ahmad Dahlan kepada murid-muridnya,” ujarnya.

Acara yang diikuti oleh pleno Pimpinan Cabang Muhammadiyah, pleno Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah, Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, unsur pembantu pimpinan (UPP), majelis dan lembaga, serta Amal Usaha Muhammadiyah, dihadiri lebih kurang 50 peserta. Bertempat di Kantor PCM Kajoran. Dalam acara itu juga diserahkan bingkisan dari KBIH Amanah dan juga ada launching Klinik Bekam di bawah binaan Majelis Kesejahteraan Sosial. (Rofiq)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *