Beranda / Berita Persyarikatan / SMP MPlus Gunungpring Perkuat Kerja Sama Internasional dengan UMY dan Walailak University Thailand

SMP MPlus Gunungpring Perkuat Kerja Sama Internasional dengan UMY dan Walailak University Thailand

Magelang — SMP Muhammadiyah Plus (SMP MPlus) Gunungpring, Muntilan, Kabupaten Magelang, menerima kunjungan dosen dan mahasiswa magang dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) serta Walailak University Thailand, pada Rabu (15/4/2026).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari persiapan pengembangan sekolah menuju program kelas internasional (International Class Program) melalui kerja sama antara SMP MPlus Gunungpring, UMY, dan Walailak University Thailand.

Rombongan terdiri dari 1 dosen dan 2 mahasiswa dari UMY, serta 1 dosen dan 5 mahasiswa dari Thailand.

Setibanya di sekolah, rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan, staf, guru, dan ratusan siswa. Penyambutan berlangsung meriah dengan penampilan tarian tradisional Cokro Doro yang dibawakan secara memukau oleh lima siswa SMP MPlus.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama di bidang pengembangan akademik, budaya, dan program magang antara SMP MPlus, UMY, dan Walailak University Thailand.

30 Ribu Warga Hadiri Wisata Dakwah ‘Aisyiyah se-Karesidenan Kedu di Magelang

Kepala SMP MPlus Gunungpring, Efi Nurul Utami, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bukti komitmen sekolah dalam membuka wawasan global bagi siswa.

“Hari ini anak-anak tidak hanya belajar teori atau materi pembelajaran di kelas, tetapi juga bertemu langsung dengan praktisi. Mereka bisa berdiskusi, berkomunikasi, dan mempraktikkan kemampuan bahasa internasional,” ujarnya dalam sambutan.

Selama kegiatan, mahasiswa dari UMY dan Thailand berkolaborasi mengajar di kelas dengan penuh antusias. Mereka juga mengenalkan budaya Thailand melalui nyanyian dan peragaan yang menarik.

Staf kurikulum sekaligus guru Bahasa Inggris SMP MPlus, Rida Ayu Karisma Dewi, mengaku sangat antusias dengan kegiatan ini.

“Kehadiran mereka memberikan pengalaman baru bagi siswa dan guru. Ini bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga sharing culture. Siswa jadi lebih terbuka, berpikir global, dan mendapatkan pengalaman berbeda dari biasanya,” ungkapnya.

Ukhuwah Islamiyah Menjadi Ciri Muhammadiyah

Ia juga menambahkan bahwa para guru memperoleh pengalaman berharga karena dapat belajar langsung dari dosen asing, sejalan dengan rencana penerapan kelas internasional di SMP MPlus.

Dosen pendamping dari UMY, Noor Qomaria Agustina, Ph.D, menjelaskan bahwa mahasiswa yang terlibat berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama yang bertujuan memberikan manfaat bagi sekolah sekaligus menambah pengalaman lapangan bagi mahasiswa,” jelasnya.

Sementara itu, dosen pendamping dari Walailak University Thailand, Ms. Adeelah Ayae, M.A, mengungkapkan rasa senang dan bangganya dapat berkunjung ke SMP MPlus.

“Kami tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga melalui aktivitas di luar kelas. Ini menjadi kesempatan besar untuk melihat pembelajaran interkultural secara langsung,” tuturnya.

‘Aisyiyah Kabupaten Magelang Siap Jadi Tuan Rumah Wisata Dakwah 2026

Diketahui, sejak Maret 2026, SMP MPlus Gunungpring telah ditunjuk oleh Dirjen Kemendikdasmen sebagai sekolah model implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta program Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

Berdasarkan data Pusat Prestasi Nasional, SMP MPlus juga berhasil masuk dalam tiga besar sekolah berprestasi tingkat nasional.

Kehadiran dosen dan mahasiswa dari Thailand serta UMY ini tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga memperkaya wawasan budaya dan metode pembelajaran. Hal ini menjadi peluang berharga bagi siswa untuk mengenal dunia pendidikan dari perspektif internasional.

Penulis: Nurul Ahadi

Editor: Novi Setiaji Panuntun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *