MAGELANG – Di tengah sejuknya udara lereng Gunung Merbabu, tepatnya di Desa Podosoko, Kecamatan Sawangan, berdiri sebuah madrasah yang mungkin belum banyak dikenal masyarakat luas. Namun, dari tempat sederhana itulah lahir prestasi yang patut mendapat perhatian.
MI Muhammadiyah Al-Fikri Podosoko berhasil menorehkan catatan membanggakan pada kelulusan angkatan pertamanya. Seluruh siswa kelas VI yang lulus tahun pelajaran 2025/2026 berhasil menghafal Juz 30 Al-Qur’an dan diterima di sekolah lanjutan yang menjadi pilihan mereka, baik sekolah negeri maupun swasta.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar madrasah. Kepala MI Muhammadiyah Al-Fikri, Chusnul Chotimah, S.Si., mengaku bersyukur atas hasil yang diraih para siswanya.
“Alhamdulillah, angkatan pertama kami berhasil menyelesaikan hafalan Juz 30 dan seluruh lulusan telah diterima di sekolah lanjutan favorit. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Menurut Chusnul, kemampuan hafalan Al-Qur’an para siswa tidak hanya dinilai oleh guru di sekolah. Untuk memastikan kualitas hafalan, para siswa mengikuti tasmi’ yang melibatkan pihak Kementerian Agama.
Saat acara wisuda yang digelar di Gedung Pertemuan Dusun Kopen, Senin (22/6/2026), para siswa tampil percaya diri membacakan hafalan Juz 30 di hadapan orang tua, guru, dan tamu undangan. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dan haru dari para hadirin.
Di tengah tantangan perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, capaian para siswa ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan pembiasaan mencintai Al-Qur’an masih dapat tumbuh dengan baik apabila didukung lingkungan yang tepat.
Keberhasilan para siswa tidak hanya terlihat dari kemampuan menghafal Al-Qur’an. Mereka juga mampu menunjukkan prestasi akademik yang baik sehingga seluruh lulusan diterima di berbagai SMP dan MTs pilihan.
Bagi para orang tua, hasil tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan yang menyeimbangkan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman mampu membentuk generasi yang siap menghadapi masa depan.
“Saya merasa bersyukur dan bangga. Anak-anak tidak hanya mendapatkan ilmu umum, tetapi juga bekal agama yang kuat. Kami melihat perubahan sikap dan kedisiplinan yang sangat baik selama belajar di sini,” ungkap Margiyanto, salah satu wali murid.
Rasa terima kasih para wali murid diwujudkan dengan memberikan penghargaan kepada siswa serta bingkisan kepada para guru yang selama ini mendampingi proses belajar mengajar. Momen tersebut menjadi simbol eratnya hubungan antara sekolah, guru, dan orang tua dalam mendidik anak.
Suasana wisuda semakin semarak dengan penampilan seni dan ekstrakurikuler dari para siswa kelas bawah. Berbagai tarian yang ditampilkan berhasil menghibur para tamu undangan sekaligus menunjukkan beragam potensi yang dimiliki peserta didik MI Muhammadiyah Al-Fikri.
Prestasi angkatan pertama ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan MI Muhammadiyah Al-Fikri Podosoko. Meski berada di kawasan lereng Merbabu, madrasah ini membuktikan bahwa lokasi bukanlah penghalang untuk melahirkan generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan berdaya saing.
Keberhasilan tersebut terwujud berkat sinergi antara sekolah, orang tua, komite sekolah, PCM dan PCA Sawangan, PRM dan PRA Podosoko, Kementerian Agama Kecamatan Sawangan, serta Pemerintah Desa Podosoko yang terus memberikan dukungan bagi kemajuan pendidikan.
Dari lereng Merbabu, harapan itu tumbuh. Dari madrasah sederhana ini, lahir generasi yang siap melangkah menuju masa depan dengan bekal ilmu, akhlak, dan cinta kepada Al-Qur’an. (Nurul Abadi)


Komentar