Magelang – Ratusan warga Muhammadiyah Ranting Keji, Muntilan, Kabupaten Magelang, sejak pagi hari berbondong-bondong menuju Gedung Dakwah Muhammadiyah Keji untuk menghadiri kegiatan halal bihalal. Acara yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Keji ini mengusung tema “Membersihkan Hati, Berjuang untuk Negeri.”
Setibanya di lokasi, para jamaah disambut hangat oleh jajaran pengurus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, serta organisasi otonom (ortom) seperti Nasyiatul ‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan KOKAM. Suasana keakraban semakin terasa dengan suguhan sarapan sederhana berupa burjo yang dinikmati bersama.
Perkuat Silaturahmi dan Soliditas Organisasi
Kegiatan halal bihalal ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan setelah Idulfitri, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat komunikasi dan soliditas organisasi.
Ketua PRM Keji, H. Sujito, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang memiliki nilai strategis dalam pembinaan kader.
“Ini adalah acara rutin. Melalui halal bihalal, kami ingin meningkatkan komunikasi dan soliditas organisasi,” ujarnya.
“Selain itu, kami berharap pengkaderan di Muhammadiyah dapat berjalan secara alami,” imbuhnya.
Pengkaderan Alami Melalui Kegiatan Kebersamaan
Halal bihalal yang digelar bersamaan dengan pengajian rutin Ahad pagi ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan pengkaderan alami di lingkungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Ranting Keji.
Melalui interaksi, kebersamaan, dan kegiatan keagamaan seperti ini, nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah dapat ditanamkan secara langsung kepada seluruh warga.
Tausiyah: Tingkatkan Kesalehan Sosial dan Ketulusan
Acara ini menghadirkan Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Jumari Al Ngluwari, sebagai pembicara utama. Dalam tausiyahnya, ia mengajak warga Muhammadiyah untuk meningkatkan kualitas keberagamaan yang tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga berdampak sosial.
Ia menyampaikan tiga pesan penting:
- Keberagamaan Etis
Kesalehan ritual harus tercermin dalam kesalehan sosial. - Ketulusan dan Kesungguhan
Dalam mengamalkan ajaran Islam, diperlukan niat yang tulus dan usaha yang sungguh-sungguh. - Prestasi Berdampak Sosial
Setiap prestasi pribadi hendaknya memberikan dampak positif bagi kedamaian dan kebahagiaan masyarakat.
“Kesalehan tidak hanya terlihat dalam ibadah, tetapi juga dalam kontribusi nyata bagi lingkungan,” tegas Jumari.
Dihadiri Tokoh Muhammadiyah dan Pemerintah Desa
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan Miftahudin, jajaran Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Muntilan, Kepala Desa Keji, serta berbagai tamu undangan lainnya.
Kehadiran para tokoh ini semakin menegaskan pentingnya sinergi antara Muhammadiyah, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan berkemajuan.
Kontributor: Nurul Abadi
Editor: Novi Setiaji Panuntun


Komentar