BELIMBINGREJO, JEPARA — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Donorejo turut ambil bagian dalam Lomba Cabang, Ranting, dan Masjid Unggulan Muhammadiyah Jawa Tengah yang digelar di Desa Belimbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, pada 8–9 Agustus 2026.
Dalam ajang tersebut, PRM Donorejo menjadi salah satu dari sembilan ranting finalis se-Jawa Tengah sekaligus mewakili LPCR Kabupaten Magelang. Keikutsertaan ini menjadi momentum bagi PRM Donorejo untuk berbagi praktik baik sekaligus memperkenalkan berbagai program dan inovasi gerakan yang selama ini dikembangkan di tingkat ranting.
Ketua PRM Donorejo, Lovita Ivan Hidayatullah, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan kepada PRM Donorejo untuk mengikuti ajang tersebut.
“Alhamdulillah, dengan penuh syukur dan semangat kebersamaan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Donorejo bisa mewakili LPCR Kabupaten Magelang dalam Lomba Cabang, Ranting, serta Masjid Unggulan Muhammadiyah Jawa Tengah,” ungkap Lovita.
Menurutnya, bagi PRM Donorejo, keberadaan ranting bukan sekadar struktur organisasi, melainkan sebuah gerakan yang harus terus hidup, melahirkan kader, melibatkan jamaah, dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Semangat tersebut dirangkum dalam tagline “SESARENGAN – BERGERAK – BERDAMPAK.”
Sembilan Value Gerakan PRM Donorejo
Dalam ajang tersebut, PRM Donorejo menawarkan sembilan nilai utama gerakan yang menjadi kekuatan sekaligus praktik baik di tingkat ranting.
Pertama, Kaderisasi Integratif.
PRM Donorejo membangun ekosistem kaderisasi yang berkelanjutan melalui berbagai unsur, antara lain PRA, PRPM, PRNA, ‘Aisyiyah, serta Angkatan Muda Muhammadiyah.
Kedua, UKL Lazismu yang Berdampak.
Melalui Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah (UKL) Lazismu, penghimpunan dana mencapai sekitar Rp500–800 juta per tahun. Dana tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan kebermanfaatan sosial secara nyata bagi masyarakat.
Ketiga, Jamaah dan Kemakmuran Masjid.
Dengan lebih dari 480 KK jamaah, PRM Donorejo secara rutin menghidupkan berbagai kegiatan keagamaan, seperti Kajian Malam Jumat, Ahad Pagi, pembinaan ideologi Muhammadiyah, serta kajian pemuda.
Keempat, Lima Amal Usaha Muhammadiyah.
Bidang pendidikan menjadi salah satu kekuatan gerakan melalui keberadaan PAUD, TK, SD, MI, dan MTs. Pendidikan diposisikan sebagai bagian penting dari dakwah dan upaya mencerdaskan kehidupan umat.
Kelima, Gerakan Peduli Lingkungan.
PRM Donorejo mengembangkan berbagai program lingkungan dan sosial, antara lain pembagian bibit Jabon, alpukat dan tanaman lainnya, program jambanisasi, serta Hidram, yaitu program pengairan tanpa listrik. Selain itu, pendidikan mengaji dilaksanakan setiap hari setelah salat Magrib.
Keenam, Musyawarah Ranting dari Rumah ke Rumah.
Setiap selapanan, musyawarah ranting dilaksanakan secara bergilir di rumah anggota. Sekitar 60 anggota terlibat dalam kegiatan tersebut. Tradisi musyawarah dan silaturahmi ini juga dikembangkan di lingkungan PRA, PRPM, PRNA, Angkatan Muda Muhammadiyah, dan IPM.
Ketujuh, AUM Ekonomi.
PRM Donorejo juga berupaya membangun kemandirian ekonomi melalui pengembangan usaha seperti Kontermu dan Madumu.
Kedelapan, Infrastruktur Dakwah yang Mandiri.
Untuk mendukung aktivitas organisasi dan dakwah, PRM Donorejo telah memiliki kantor sendiri, aula sendiri, serta dua mobil dakwah.
Kesembilan, Proyeksi Gerakan ke Depan.
Ke depan, PRM Donorejo memproyeksikan sejumlah pengembangan gerakan, di antaranya pembebasan lahan, pendataan dan masifikasi anggota melalui E-Masa, serta penguatan kaderisasi yang semakin progresif.
Bukan Sekadar Lomba, Lovita menegaskan, keikutsertaan PRM Donorejo dalam lomba tingkat Jawa Tengah tidak semata-mata dimaknai sebagai upaya meraih predikat juara.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk berbagi praktik baik, mengevaluasi diri, memperkuat gerakan, dan menunjukkan bahwa ranting Muhammadiyah mampu hadir serta memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.
“Perjalanan ini bukan sekadar tentang lomba dan bukan pula sekadar tentang mengejar predikat juara. Ini adalah momentum untuk berbagi praktik baik, mengevaluasi diri, memperkuat gerakan, dan menunjukkan bahwa Ranting Muhammadiyah mampu hadir dan memberi dampak nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh proses telah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Hasil akhir, termasuk peluang PRM Donorejo untuk masuk tiga besar dan mendapatkan amanah mewakili Jawa Tengah dalam Lomba Ranting Unggulan tingkat Nasional, sepenuhnya diserahkan kepada Allah SWT.
“Tugas kita adalah berikhtiar dengan sebaik-baiknya. Hasil bukan wilayah kesombongan kita, melainkan wilayah ketetapan Allah. Maka bergeraklah dengan sungguh-sungguh, berjuanglah dengan ikhlas, dan terimalah hasil dengan tawakal,” tuturnya.
Semangat tersebut menjadi pijakan PRM Donorejo dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan: ikhtiar maksimal, hasil ditawakal-kan kepada Allah Ta’ala.
Bagi PRM Donorejo, gerakan Muhammadiyah harus terus dirawat melalui kebersamaan, aksi nyata, dan kebermanfaatan.
SESARENGAN — karena kita tidak bisa berjalan sendiri.
BERGERAK — karena gerakan harus terus hidup.
BERDAMPAK — karena setiap gerakan harus menghadirkan manfaat.
Bismillah, PRM Donorejo. Berjuang bersama, memberi manfaat, dan terus berkemajuan. (LIH)


Komentar