MAGELANG — Upaya memperkuat pembinaan olahraga panahan di lingkungan Muhammadiyah terus dilakukan. PanahMu Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang menggelar PanahMu Jateng Coach Development di Pondok Pesantren Almatera 4, Kaliabu, Salaman, Kabupaten Magelang, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 74 peserta dari sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Peserta berasal dari Kabupaten Magelang sebanyak 27 orang, Temanggung 21 orang, Purworejo 12 orang, Kebumen 7 orang, Wonosobo 5 orang, dan Semarang 2 orang.
Sebagian peserta merupakan guru olahraga. Mereka diharapkan dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan melalui pembinaan ekstrakurikuler panahan di sekolah-sekolah Muhammadiyah.
Dengan demikian, setiap sekolah Muhammadiyah diharapkan secara bertahap memiliki ekstrakurikuler panahan yang dibina oleh guru yang telah mendapatkan pelatihan secara memadai.
Kegiatan dibuka oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang, Dr. Agus Wiswanto, S.Ag., M.A. Dalam sambutannya, Agus menegaskan bahwa PanahMu dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat gerakan Muhammadiyah.
“PanahMu merupakan salah satu bagian untuk memperkuat akar Muhammadiyah. Kalau akarnya baik, maka pohonnya akan kuat, mulai dari ranting, cabang, daun sampai menghasilkan buah,” ujarnya.
Ia mendorong agar aktivitas panahan di lingkungan Muhammadiyah tidak berhenti pada kegiatan olahraga dan hobi semata. Menurutnya, PanahMu perlu dikembangkan secara profesional dan mengikuti perkembangan zaman.
“PanahMu jangan hanya sekadar hobi. Kita harus maju, profesional dan modern,” pesannya.
Agus juga menekankan pentingnya profesionalitas bagi mereka yang mengambil peran sebagai pelatih maupun pemimpin. Posisi di depan, menurutnya, harus diikuti dengan kemampuan dan kompetensi yang memadai.
“Kalau sudah di depan harus profesional,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap pembinaan yang dilakukan PanahMu dapat menghasilkan atlet-atlet baru dari lingkungan Muhammadiyah.
“Goal-nya nanti adalah seberapa banyak atlet panahan yang lahir dari proses ini,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi Keislaman dan Ideologi, Manajemen Ekstrakurikuler dan Safety, Peralatan dan Teknik Dasar, serta praktik lapangan. Peserta juga mengikuti diskusi interaktif dan menyusun rencana tindak lanjut setelah pelatihan.
Melalui Coach Development ini, PanahMu diharapkan memiliki semakin banyak pelatih yang kompeten sehingga pembinaan panahan dapat dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.
Selain berorientasi pada prestasi olahraga, pengembangan PanahMu juga diharapkan menjadi bagian dari pembinaan generasi muda Muhammadiyah yang memiliki kedisiplinan, ketangguhan, jiwa kepemimpinan, serta semangat dakwah dan kemuhammadiyahan.


Komentar