MUNTILAN – Keseriusan SD Muhammadiyah 1 Gunungpring (SD Mugu) Muntilan dalam menyiapkan pendidikan terbaik bagi calon peserta didiknya patut diapresiasi. Dalam rangkaian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), sekolah ini melibatkan 24 psikolog profesional untuk mengobservasi lebih dari 140 calon murid baru, Sabtu (17/10/2026).
Bertempat di aula sekolah, kegiatan observasi berlangsung dalam suasana meriah dan penuh keceriaan. Para calon siswa datang bersama orang tua masing-masing untuk mengikuti serangkaian aktivitas yang dirancang tidak seperti tes pada umumnya.
Alih-alih menghadirkan suasana ujian yang menegangkan, SD Mugu memilih pendekatan bermain sambil belajar. Melalui metode ini, anak-anak diberi ruang untuk menunjukkan kemampuan, karakter, dan potensi mereka secara alami.
Kepala SD Mugu, Andri Noviatmi, menjelaskan bahwa pelibatan puluhan psikolog merupakan langkah serius sekolah untuk memperoleh gambaran awal mengenai perkembangan setiap calon peserta didik.
“Kami mengundang 24 psikolog untuk mengetes para calon siswa baru,” ungkap Andri.
Lima Aspek Perkembangan Anak Jadi Fokus Observasi
Dalam pelaksanaannya, calon siswa diajak mengikuti berbagai aktivitas di sejumlah pos permainan interaktif. Setiap kegiatan dirancang untuk mengamati kemampuan anak melalui lima aspek utama, yakni motorik halus, motorik kasar, kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Melalui kegiatan tersebut, tim observasi berupaya mengenali kemampuan anak dari berbagai sisi, tidak hanya berdasarkan kecakapan akademis, tetapi juga perkembangan keterampilan, respons emosional, serta perilaku mereka selama mengikuti aktivitas.
Seluruh guru SD Mugu juga terlibat aktif mendampingi para calon siswa. Kehadiran guru membuat suasana semakin akrab dan nyaman sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan tanpa merasa sedang menghadapi tes yang menegangkan.
Pendekatan ini menjadi salah satu upaya sekolah untuk membangun pengalaman awal yang positif bagi calon peserta didik sekaligus membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
Bukan Sekadar Seleksi, tetapi Dasar Menyusun Pembelajaran
Bagi SD Mugu, observasi calon siswa bukan semata-mata menjadi bagian dari proses penerimaan murid baru. Hasil kegiatan tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai bahan pemetaan awal untuk memahami kebutuhan dan potensi masing-masing anak.
Andri menegaskan bahwa informasi yang diperoleh dari observasi akan membantu guru dalam merancang pembelajaran dan pendampingan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
“Data dari observasi ini sangat penting sebagai mapping awal. Ini akan menjadi bahan acuan bagi guru-guru kami dalam merancang program pembelajaran yang personal dan optimal, sehingga setiap anak dapat berkembang sesuai dengan potensi terbaiknya,” jelas Andri.
Dengan pemetaan tersebut, sekolah berharap proses pendidikan dapat berlangsung lebih terarah. Guru tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap perkembangan karakter, keterampilan, dan kebutuhan belajar setiap anak.
Langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen SD Mugu untuk menghadirkan pendidikan yang memperhatikan keunikan setiap peserta didik.
Orang Tua Apresiasi Keseriusan Sekolah
Pelaksanaan observasi dengan melibatkan tim psikolog mendapat respons positif dari para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka. Keseriusan sekolah dalam mengenali potensi calon siswa dinilai menjadi langkah penting untuk mempersiapkan proses pendidikan yang lebih tepat sasaran.
Salah satu calon wali murid, Azizi Hariyawan, mengapresiasi upaya yang dilakukan SD Mugu. Menurutnya, keterlibatan tim ahli menunjukkan kesungguhan sekolah dalam mempersiapkan pendampingan bagi peserta didik.
“Ini bukti sekolah menyiapkan sungguh-sungguh dalam mendidik anak-anaknya. Semoga anak saya diterima di sekolah ini,” harap Azizi.
Antusiasme calon siswa dan dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan terhadap proses pendidikan yang diselenggarakan sekolah.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 1 Gunungpring Muntilan berharap dapat memulai perjalanan pendidikan para siswa dengan pemahaman yang lebih baik terhadap potensi masing-masing anak. Harapannya, lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, keterampilan yang berkembang, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Penulis: Nurul Abadi
Editor: Novi Setiaji


Komentar