Beranda / Berita Persyarikatan / JATAM Muntilan Gelar Bintek Budidaya Anggur, Gandeng Praktisi Latih Masyarakat

JATAM Muntilan Gelar Bintek Budidaya Anggur, Gandeng Praktisi Latih Masyarakat

MAGELANG — Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan menggelar Bimbingan Teknis (Bintek) Budidaya Anggur di SMK Muhammadiyah 1 Muntilan. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 65 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Magelang.

Dalam kegiatan ini, JATAM Muntilan menggandeng Budi Cipta Jaya, seorang praktisi budidaya anggur, yang memberikan materi sekaligus pendampingan praktik kepada para peserta.

Ketua JATAM Muntilan, Sugiranto, mengatakan Bintek Budidaya Anggur menjadi kegiatan perdana JATAM PCM Muntilan setelah kepengurusan dilantik. Kegiatan serupa direncanakan akan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengangkat berbagai bidang budidaya yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat.

“Ini kegiatan pertama pasca kami dilantik. Selanjutnya akan diikuti bintek-bintek berikutnya, seperti budidaya ayam Elba, budidaya anggrek, dan perikanan,” ujar Sugiranto di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu memanfaatkan lahan yang tersedia, termasuk pekarangan rumah, untuk kegiatan produktif.

Semarak Hari Santri 2026, Ratusan Santri Muhammadiyah Magelang Unjuk Prestasi di Santri-Mu Fest 1

“Kami berharap masyarakat memahami cara budidaya anggur yang tepat. Kami bersama tim ingin menunjukkan bahwa budidaya anggur itu mudah. Meski dengan ruang terbatas, lahan yang ada bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga dapat menambah nilai ekonomi,” jelasnya.

Ketua PCM Muntilan, Miftahudin, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap JATAM Muntilan terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan para petani serta praktisi di lapangan.

Menurutnya, kerja sama dengan kebun maupun para pekebun perlu terus dikembangkan agar kegiatan pelatihan tidak berhenti pada pemberian materi, tetapi dilanjutkan dengan praktik dan pendampingan secara langsung.

“Setelah kegiatan ini diharapkan ada tindak lanjut dalam bentuk aksi di lapangan. Tanah pekarangan bisa dimanfaatkan untuk budidaya. Selain itu, perlu dibentuk grup WhatsApp untuk komunikasi, berbagi pengalaman, dan saling mengunjungi,” pesan Miftahudin.

Pelatihan berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama berupa penyampaian materi teori yang dilaksanakan di aula. Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai berbagai aspek budidaya anggur, mulai dari pembuatan media tanam, pemilihan bibit, teknik penanaman, pemupukan, hingga pemangkasan atau pruning.

Lazismu Magelang Hadir untuk Guru Ngaji, Program Back to Masjid Kini Jangkau 26 Masjid

Pada sesi kedua, peserta diajak langsung mengunjungi kebun anggur. Di lokasi tersebut, peserta dapat melihat secara langsung berbagai jenis tanaman anggur sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai teknik perawatan dan budidayanya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari karyawan, calon pensiunan, pensiunan, mahasiswa, hingga anak-anak panti asuhan.

Salah satu peserta, Woro Wigati, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan tersebut. Ia berencana mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh dengan memanfaatkan lahan pekarangan di rumah.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kebetulan kami memiliki sedikit pekarangan. Setelah mengikuti pelatihan, saya akan memanfaatkan pekarangan tersebut untuk budidaya anggur agar bisa menambah pendapatan,” ungkap Woro.

Melalui kegiatan ini, JATAM Muntilan berharap warga Muhammadiyah semakin mampu memanfaatkan lahan di lingkungan sekitar secara produktif. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, budidaya tanaman juga diharapkan dapat menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Meriahkan Hari Santri Nasional 2026, Pontrenmu Kabupaten Magelang Hadirkan Santri ‘MU’ Fest 1

Kegiatan ditutup dengan pembagian bibit tanaman anggur kepada seluruh peserta untuk dipraktikkan dan dikembangkan di lingkungan masing-masing.

Kontributor: Nurul Abadi
Editor: Novi Setiaji

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *