Beranda / Berita Persyarikatan / PRM Donorejo Jadi Ranting Unggulan 1 Jawa Tengah, Buktikan Gerakan dari Ranting Bisa Berdampak

PRM Donorejo Jadi Ranting Unggulan 1 Jawa Tengah, Buktikan Gerakan dari Ranting Bisa Berdampak

JEPARA — Semangat menghidupkan gerakan Muhammadiyah dari tingkat paling dekat dengan masyarakat kembali menunjukkan hasil. Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Donorejo berhasil meraih predikat Unggulan 1 PRM se-Jawa Tengah dalam ajang penilaian Cabang, Ranting, dan Masjid Unggulan Muhammadiyah Jawa Tengah.

Penghargaan tersebut diumumkan pada Ahad, 9 Agustus 2026, dalam rangkaian kegiatan yang digelar di Blimbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara.

Bagi PRM Donorejo, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan organisasi. Prestasi itu menjadi penegasan bahwa ranting memiliki ruang yang besar untuk menjadi pusat gerakan, dakwah, pelayanan, sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Ketua PRM Donorejo, Lovita Ivan Hidayatullah, menyampaikan bahwa kekuatan sebuah ranting tidak cukup hanya dilihat dari keberadaan struktur kepengurusan. Ranting harus mampu menunjukkan kehidupan organisasi melalui program yang nyata dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Ranting itu penting. Kalau ingin menjadi ranting yang hidup, tentu harus memiliki indikator. Bukan hanya aktif secara struktur, tetapi harus hadir, bergerak, memiliki program, mampu memberdayakan jamaah, dan memberikan dampak nyata bagi umat dan masyarakat,” ungkap Lovita.

Milad ke-107 TK ABA di KB-BA Al Muawwanah Meriah, Anak-anak Belajar Lewat Eco Pounding dan Permainan Tradisional

Menurutnya, keberhasilan yang diraih PRM Donorejo merupakan hasil kerja bersama. Pimpinan, kader, anggota, jamaah, keluarga besar Muhammadiyah, hingga masyarakat Desa Donorejo memiliki kontribusi dalam membangun gerakan di tingkat ranting.

Kebersamaan tersebut kemudian menjadi ruh gerakan PRM Donorejo yang dirumuskan dalam tiga kata: “SESARENGAN – BERGERAK – BERDAMPAK.”

Sesarengan menggambarkan keyakinan bahwa kebaikan tidak dapat dibangun seorang diri. Kebersamaan, gotong royong, kolaborasi, dan kepedulian menjadi modal utama dalam menghidupkan ranting.

Sementara bergerak berarti Muhammadiyah tidak berhenti pada persoalan administrasi maupun struktur organisasi. Ranting harus menghadirkan dakwah, pelayanan, pemberdayaan, kaderisasi, kegiatan sosial, dan berbagai program yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Adapun berdampak menjadi tujuan akhir dari setiap gerakan. Program yang dijalankan diharapkan tidak hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi jamaah, warga Muhammadiyah, dan masyarakat secara luas.

Milad ke-107 TK ABA di Salam Kabupaten Magelang Berlangsung Meriah

Lovita menjelaskan, sebuah ranting dapat disebut hidup apabila mampu menjalankan berbagai fungsi secara berkelanjutan. Di antaranya membina jamaah, menggerakkan kader, mengembangkan kegiatan sosial dan ekonomi, menghidupkan dakwah, memperkuat tata kelola organisasi, melibatkan generasi muda, serta menciptakan kebermanfaatan yang dapat dirasakan masyarakat.

Prinsip tersebut sejalan dengan upaya penguatan Cabang dan Ranting Muhammadiyah yang terus didorong melalui revitalisasi gerakan di tingkat akar rumput. LPCR PM Muhammadiyah mengusung semangat “Ranting itu Penting, Cabang Harus Berkembang, Masjid Makmur Memakmurkan.”

Dalam pengembangan ranting unggulan, sejumlah aspek menjadi perhatian, antara lain pembinaan jamaah, kepemimpinan dan tata kelola organisasi, pemberdayaan ekonomi dan sosial keumatan, kaderisasi, keterlibatan Angkatan Muda Muhammadiyah, serta penguatan dakwah dan media informasi.

Prestasi PRM Donorejo juga hadir dalam suasana penguatan gerakan Cabang dan Ranting Muhammadiyah di Jawa Tengah. Di wilayah Jepara sendiri, PRM Blimbingrejo sebelumnya juga pernah tercatat sebagai salah satu PRM terbaik dalam rekam jejak CRM Award Muhammadiyah.

Bagi PRM Donorejo, predikat Unggulan 1 justru menjadi tantangan untuk melangkah lebih jauh. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi energi baru agar seluruh elemen organisasi semakin konsisten menghadirkan program yang produktif dan bermanfaat.

PRM Donorejo Wakili LPCR Kabupaten Magelang dalam Lomba Cabang, Ranting, dan Masjid Unggulan Muhammadiyah Jawa Tengah

“Semangat ini agar menjadi motivasi untuk lebih bisa bermanfaat, terus bergerak serta berdampak untuk umat. Sehingga karya-karya jariyah dan keikhlasan selalu membersamai PRM Donorejo,” tutur Lovita.

Ia juga mengingatkan agar penghargaan yang telah diraih tidak membuat keluarga besar PRM Donorejo berhenti melakukan evaluasi. Setiap program perlu terus diperbaiki, dikembangkan, dan disesuaikan dengan kebutuhan jamaah serta masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah ranting tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya penghargaan yang diperoleh. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh keberadaan organisasi mampu menghadirkan perubahan positif dan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

PRM Donorejo kini membawa pesan bahwa ranting bukan sekadar bagian dari struktur organisasi Muhammadiyah. Ranting merupakan denyut nadi gerakan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Dari Donorejo, semangat itu terus digaungkan:

SESARENGAN — BERGERAK — BERDAMPAK.

Ranting itu penting.
Ranting harus hidup.
Ranting harus memberi manfaat.

Dan setiap gerakan, pada akhirnya, diharapkan mampu meninggalkan karya jariyah yang terus memberikan manfaat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *