Beranda / Berita Persyarikatan / Halalbihalal PRM Adipuro Hadirkan Amin Rais, Tekankan Pentingnya Jiwa Tenang di Tengah Gejolak Dunia

Halalbihalal PRM Adipuro Hadirkan Amin Rais, Tekankan Pentingnya Jiwa Tenang di Tengah Gejolak Dunia

MAGELANG, 5 April 2026 – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Adipuro menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah dan Halalbihalal di Masjid Nurul Huda, Desa Adipuro, pada Minggu (5/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum istimewa dengan kehadiran tokoh nasional, Amien Rais, serta jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang.

Acara dibuka dengan khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Bagus Amrul Hakim, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Ketua PRM Adipuro, Waluyo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran para tokoh dan warga Muhammadiyah. Ia memaparkan rekam jejak dakwah Muhammadiyah di Desa Adipuro yang telah dimulai sejak tahun 1978.

“Amal usaha kita dimulai dari berdirinya MI Muhammadiyah, disusul TK Muhammadiyah Aisyiyah, pembangunan Masjid Nurul Huda, hingga kini telah berdiri TPA dan pondok pesantren. Ini adalah buah dari konsistensi berdakwah selama puluhan tahun,” ujar Waluyo.

Mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang, K.H. Drs. Muhammad Nasirudin, M.A., memberikan refleksi mengenai peran Nabi Muhammad SAW sebagai syahidan (saksi), mubasyiran (pembawa kabar gembira), dan nadziran (pemberi peringatan), sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Fath ayat 8. Ia menyebut sosok Amien Rais sebagai tokoh yang konsisten menjalankan peran tersebut di Indonesia.

Taruna-Taruni SMA Taruna Muhammadiyah Angkatan 06 Berpamitan dengan Masyarakat Gunungpring

“Pak Amin Rais meniko panci meneruskan proses dakwah wonten ing Indonesia. Beliau menjalankan peran sebagai saksi, pemberi informasi yang benar, dan yang paling kuat adalah memberikan peringatan (nadziran), termasuk kepada penguasa,” tutur Muhammad Nasirudin.

Dalam ceramah inti, Amien Rais menyoroti kondisi geopolitik global yang kian memanas, termasuk konflik di Timur Tengah. Ia menekankan bahwa kekayaan materi tidak menjamin ketenangan hidup apabila tidak dibarengi dengan nafsul mutmainnah (jiwa yang tenang).

“Negeri-negeri Arab yang kaya raya itu ternyata hidupnya tidak tenang. Jadi, bukan tidak memiliki nafsul mutmainnah, melainkan nafsu yang resah dan gelisah,” jelasnya di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, tokoh reformasi tersebut menceritakan sejarah keluarganya yang telah mengenal Muhammadiyah sejak zaman kakeknya, Wiro Sudarmo. Ia berpesan agar warga Muhammadiyah terus memegang teguh konsep tauhid yang murni serta menyatukan ilmu dengan amal saleh.

“Mbah kulo ngendiko, Amin putuku, sing jenenge Islam kuwi ilmu lan amal saleh. Yen kowe ngerti ilmune ning ora kok cake (kerjakan), kuwi kowe dosa. Jadi ilmu amal saleh kuwi miftahul jannah (kunci surga),” pesannya.

Prasetia Alumni SMA Tarunamu Gunungpring Angkatan 06 Berlangsung Haru dan Khidmat

Terkait organisasi, Amien Rais mengilustrasikan bahwa Muhammadiyah merupakan ladang amal jariyah yang tidak terputus. Pembangunan sekolah, masjid, dan musala oleh persyarikatan akan menjadi catatan amal yang terus mengalir bagi anggotanya hingga hari akhir.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan jamaah untuk menjauhi sifat munafik serta menyadari bahwa bertambahnya usia berarti semakin dekatnya manusia dengan liang kubur.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh K.H. Muhammad Sholeh, dengan harapan keselamatan dan keberkahan bagi keluarga besar Muhammadiyah serta bangsa Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *