MUNTILAN — Menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap pertanian membutuhkan pendekatan kreatif dan inovatif. Tidak hanya mengenalkan cara bercocok tanam, pertanian juga perlu diperkenalkan sebagai peluang usaha yang menjanjikan dan mampu mendukung kemandirian ekonomi. Semangat inilah yang diusung Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Ranting Muntilan 2 melalui Workshop Budidaya Anggrek.
Mengusung tema “Kusuma Samvardhana, Satu Langkah Menanam, Seribu Pesona Mekar”, kegiatan ini digelar pada Ahad (11/10/2026) di pusat kebun anggrek Nuri Orchid, Dusun Kaweron, Muntilan, Kabupaten Magelang. Puluhan generasi muda dan masyarakat umum mengikuti kegiatan yang memadukan edukasi, praktik budidaya, serta pengenalan potensi ekonomi tanaman hias tersebut.
Workshop ini menjadi salah satu langkah AMM Ranting Muntilan 2 untuk mengajak generasi muda kembali melirik sektor pertanian. Di tengah perkembangan zaman, pertanian dinilai perlu dikemas dengan pendekatan yang lebih menarik, modern, dan sesuai dengan minat anak muda.
Ketua panitia, Prya Oktafiansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk mengembangkan minat dan bakat generasi muda di bidang hortikultura, khususnya budidaya anggrek.
“Era sekarang banyak pemuda-pemudi yang meninggalkan pertanian. Maka, kami dari AMM Ranting Muntilan 2 ingin mengembalikan minat generasi muda di bidang pertanian secara bertahap melalui workshop budidaya anggrek,” ujarnya.
Menurut Prya, pengenalan budidaya merupakan tahap awal dari program yang ingin dikembangkan. Setelah peserta memiliki pemahaman dan keterampilan dasar, langkah berikutnya adalah memberikan perhatian pada aspek pengelolaan usaha dan pemasaran.
“Kami lakukan secara bertahap, yang selanjutnya kami lakukan manajemen pemasarannya,” tambahnya.
Belajar Langsung dari Praktisi Anggrek
Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Muntilan 2, Yaser. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi dan pendampingan praktik dari praktisi anggrek, Ibnu Rahman.
Pelatihan dibagi menjadi tiga sesi utama, yakni pengenalan dasar budidaya anggrek, perawatan tanaman anggrek, serta praktik teknik penanaman anggrek. Melalui rangkaian tersebut, peserta memperoleh pengetahuan dasar yang dapat diterapkan untuk memulai budidaya secara mandiri.
Suasana pelatihan berlangsung antusias. Para peserta mengikuti setiap penjelasan dengan tekun, mulai dari memahami karakteristik tanaman hingga mempraktikkan teknik penanaman yang tepat.
Salah satu peserta, Zulfa Nikmaturrahmah, mengungkapkan kegembiraannya dapat mengikuti kegiatan tersebut. Baginya, workshop ini memberikan wawasan baru mengenai tanaman anggrek yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi usaha.
“Ini sangat bermanfaat. Saya ingin menanamnya di rumah untuk dikembangkan,” ungkap Zulfa.
Dari Kebun Anggrek Menuju Peluang Usaha
Setelah mengikuti materi dan praktik, peserta diajak mengunjungi sejumlah kebun anggrek di kawasan Dusun Kaweron. Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk mengenal lebih dekat lingkungan budidaya serta melihat berbagai koleksi anggrek.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pameran anggrek yang diselenggarakan AMM. Pameran tersebut menjadi ruang berbagi inspirasi, memperkenalkan keindahan tanaman anggrek, sekaligus menunjukkan potensi pengembangan tanaman hias sebagai kegiatan produktif.
Sebagai tindak lanjut pelatihan, setiap peserta mendapatkan bibit anggrek untuk dibawa pulang, ditanam, dan dikembangkan di daerah masing-masing. Pembagian bibit ini diharapkan tidak berhenti sebagai kenang-kenangan kegiatan, tetapi menjadi awal praktik budidaya yang berkelanjutan.
AMM Ranting Muntilan 2 berharap workshop ini dapat melahirkan generasi muda Muhammadiyah yang memiliki keterampilan praktis, semangat berwirausaha, dan kemandirian ekonomi. Kader muda diharapkan tidak hanya berkembang dalam aktivitas organisasi, tetapi juga mampu menciptakan peluang produktif di tengah masyarakat.
Melalui budidaya anggrek, AMM Ranting Muntilan 2 ingin menunjukkan bahwa pertanian memiliki ruang luas untuk inovasi dan kreativitas generasi muda. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, kegiatan sederhana seperti menanam satu bibit anggrek dapat menjadi awal tumbuhnya kecintaan terhadap pertanian, bahkan berkembang menjadi usaha yang bernilai ekonomi.
Kontributor: Nurul Abadi
Editor: Novi Setiaji Panuntun


Komentar