Beranda / Berita Persyarikatan / Ponpes Baabul Jannah SMK Muhammadiyah 1 Salam Terjunkan 41 Santri dalam Program Mubaligh Hijrah

Ponpes Baabul Jannah SMK Muhammadiyah 1 Salam Terjunkan 41 Santri dalam Program Mubaligh Hijrah

Salam — Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pondok Pesantren Baabul Jannah SMK Muhammadiyah 1 Salam kembali melaksanakan program Mubaligh Hijrah dengan menerjunkan puluhan santri ke berbagai wilayah untuk berdakwah dan mengabdi kepada masyarakat.

Program tahunan ini menjadi bagian dari pembinaan santri melalui praktik dakwah langsung di tengah masyarakat. Selain sebagai bentuk pengabdian, kegiatan ini juga bertujuan melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta penguatan karakter keislaman para santri.

Selama menjalankan tugas, para santri terlibat dalam berbagai aktivitas keagamaan, di antaranya menjadi imam salat, khatib, penyampai kultum dan kajian Ramadhan, pembimbing Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), serta pendamping kegiatan ibadah masyarakat sepanjang bulan suci.

Para peserta Mubaligh Hijrah dijadwalkan tinggal bersama masyarakat selama 20 hari, mulai 16 Februari hingga 10 Maret 2026.

Pengasuh santri Ponpes Baabul Jannah SMK Muhammadiyah 1 Salam, Ustaz Seneng Widodo, S.Pd., menjelaskan bahwa tahun ini penugasan santri mencakup tiga kabupaten di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sah! Pimpinan Baru PCM Ngablak Resmi Dikukuhkan, Siap Perkuat Dakwah di Magelang

“Wilayah pengabdian meliputi Kabupaten Wonosobo sebanyak 4 santri di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Kulonprogo 13 santri di Kecamatan Kalibawang, serta Kabupaten Magelang sebanyak 24 santri yang tersebar di Kecamatan Salam, Muntilan, Dukun, dan Srumbung,” ujarnya.

Secara keseluruhan, sebanyak 41 santri diterjunkan dalam program tersebut.

Menurutnya, kegiatan Mubaligh Hijrah diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi santri dalam mengasah kemampuan dakwah dan jiwa pengabdian.

“Program ini diharapkan dapat memberi dampak luas bagi masyarakat serta menjadi sarana pembelajaran nyata bagi santri dalam mengembangkan kemampuan dakwah, kepemimpinan, dan pengabdian sosial,” tambahnya.

Selain menjalankan aktivitas dakwah di masyarakat, para santri juga tetap mengikuti pembinaan keagamaan rutin. Setiap sore, sekitar satu jam menjelang waktu berbuka puasa, mereka mengikuti kajian keislaman untuk memperdalam ilmu agama dan meningkatkan kualitas iman serta ketakwaan.

MTs Musamu Perkuat Spiritualitas dan Akhlak Santri Melalui Program Nyantri Hepy

Kontributor: Nurul Abadi

Editor: Novi Setiaji

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *